top of page

Hasil Pencarian

149 results found with an empty search

  • Proses Pengolahan Biomassa Dapat Merusak Tanah? Pastikan dengan Sertifikasi GGL dan ISCC

    Biomassa, GGL dan ISCC Di tengah krisis energi fosil, di mana batu bara dan gas telah menjadi bahan bakar utama untuk kendaraan bermotor, muncul solusi berkelanjutan dalam bentuk biomassa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat telah menempatkan biomassa sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Namun, produksi biomassa yang tidak terkendali menimbulkan ancaman potensial, menyebabkan kerusakan tanah dan membahayakan kualitas serta fungsionalitas lahan, akhirnya mengancam kelangsungan hidup manusia dan bentuk kehidupan lainnya. Untuk memitigasi risiko ini, sertifikasi seperti Green Gold Label (GGL) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) menjamin praktik yang bertanggung jawab. Peran Sertifikasi Green Gold Label (GGL) Untuk memastikan sumber energi biomassa yang bertanggung jawab, Green Gold Label Foundation memperkenalkan Green Gold Label International Certification pada tahun 2002. GGL, salah satu skema sertifikasi biomassa tertua, memiliki catatan unik dalam mengeluarkan sertifikasi dan melacak biomassa berkelanjutan. Badan sertifikasi pihak ketiga yang terakreditasi melakukan sertifikasi GGL, mencakup seluruh rantai pasok, termasuk produksi, pengolahan, transportasi, dan penggunaan akhir untuk bioenergi dan aplikasi biobasis. Green Gold Label fokus pada dua segmen pasar utama: biomassa untuk produksi bahan kimia biobasis dan produk lainnya, serta biomassa untuk produksi listrik dan panas. Sertifikasi GGL memberikan kredibilitas melalui audit independen tahunan dan Pendaftaran Sertifikasi yang transparan mendokumentasikan sertifikat yang diterbitkan. Update Terbaru tentang Sertifikasi GGL Pembaruan terbaru menyoroti pengakuan GGL untuk sertifikasi biomassa kayu di Jepang, diakreditasi untuk Verifikasi GHG Siklus Hidup Biomassa Kayu di bawah sistem FIT- dan FIP. Ini menunjukkan kepatuhan GGL terhadap pedoman Agensi Kehutanan Jepang untuk legalitas dan keberlanjutan kayu dan produk kayu. Selanjutnya, persetujuan modul Sustainable Biomass Program (SBP) oleh METI memperluas endosmen GGL untuk memasok pasar Jepang. Pembangunan ini memperkuat komitmen GGL terhadap standar keberlanjutan global. Sertifikasi Biomassa Alternatif Selain GGL, sertifikasi lain seperti International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) memberikan solusi komprehensif. ISCC, sistem sertifikasi internasional pertama yang berlaku untuk semua jenis biomassa dan bioenergi, berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan lahan berkelanjutan, dan perlindungan habitat alami. ISCC EU adalah skema sukarela pertama dan terkemuka berdasarkan Petunjuk Energi Terbarukan Eropa (Renewable Energy Directive/RED), yang mencakup aspek lingkungan dan sosial dari produksi biomassa secara global. Hal ini kompatibel dengan skema RED lainnya, sehingga memastikan kompatibilitas dalam rantai pasokan. Sertifikasi ISCC mengutamakan kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, simpanan karbon tinggi, dan menghindari sertifikasi lahan gambut, termasuk kawasan dengan nilai konservasi tinggi. Sertifikasi ISCC menilai kriteria produksi berkelanjutan, kriteria pengelolaan, dokumentasi ketertelusuran, dan perhitungan penghematan gas rumah kaca. Cakupan sertifikasi mencakup produsen primer, titik pengumpulan pertama, unit konversi, dan pedagang dalam rantai pasokan. Sertifikasi Biomassa dengan ISCC Sertifikasi ISCC EU memposisikan perusahaan Anda sebagai anggota integral rantai pasokan berkelanjutan bersertifikasi RED untuk pasar biofuel Eropa. Sertifikat tersebut berfungsi sebagai bukti kepatuhan terhadap persyaratan ISCC EU mengenai produksi biomassa berkelanjutan, penelusuran asal usul, dan dokumentasi penghematan gas rumah kaca. Butuh Konsultasi dan Pandampingan untuk Audit? Untuk memastikan akuntabilitas dalam produksi biomassa tanpa merusak lingkungan dan memperluas penjualan pasar ke Jepang dan Uni Eropa, sertifikasi seperti GGL atau ISCC sangat penting. Sebelum menjalani audit sertifikasi, menangani dan menutup setiap ketidaksesuaian adalah esensial. Peterson Projects and Solutions Indonesia siap membantu perusahaan Anda sebagai konsultan dalam mencapai sertifikasi ini. Hubungi kami melalui tautan yang disediakan untuk bimbingan. Hubungi Kami Di Sini! Kirim Email Kepada Kami Di Sini! Dengan merangkul sertifikasi dan praktik berkelanjutan, kita membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau. Bersama-sama, mari berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan menjamin masa depan energi berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

  • Permintaan Tinggi Batu Bara: Bagaimana Komitmen Energi Bersih India dan Tiongkok?

    Batu Bara India dan Tiongkok India dan Tiongkok, dua negara dengan perekonomian dan konsumen energi terbesar di dunia, bersiap untuk mempertahankan permintaan batu bara yang tinggi meskipun mereka memiliki target energi terbarukan yang ambisius. Tren ini, yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi, menempatkan kedua negara sebagai pemain kunci di pasar batubara global. Meskipun terdapat kemajuan menuju energi terbarukan, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan adanya lonjakan konsumsi batu bara yang signifikan di kedua negara pada tahun 2025. Minat Tiongkok terhadap Batu Bara Meningkat Sebagai konsumen energi terbesar di dunia, konsumsi batu bara Tiongkok diperkirakan akan meningkat sepertiga pada tahun 2025, menurut IEA. Angka ini merupakan peningkatan besar dibandingkan tahun 2015 ketika konsumsi batu bara hanya menyumbang seperempat konsumsi energi negara. Khususnya, produksi batu bara Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 2,9% dari bulan Januari hingga November 2023 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022, yang menunjukkan ketergantungan negara tersebut pada bahan bakar fosil. Ekspansi Ekonomi India dan Meningkatnya Permintaan Energi India, yang saat ini berada di peringkat ketiga dunia dalam hal konsumsi energi, juga siap berkontribusi terhadap permintaan batubara yang berkelanjutan. Pesatnya pertumbuhan perekonomian India diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan batu bara, minyak, dan gas alam. Para analis memperkirakan bahwa permintaan batubara global akan bertahan jika India dan Tiongkok mempertahankan pertumbuhan ekonomi mereka dalam dekade mendatang. Konsumsi Batubara Global Mencapai Rekor Tertinggi Data terbaru dari IEA mengungkapkan bahwa penggunaan batubara global diperkirakan akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2023, melampaui 8,5 miliar ton untuk pertama kalinya. Permintaan tersebut, yang sebagian besar berasal dari negara-negara berkembang seperti India, Tiongkok, dan Asia Tenggara, menggarisbawahi pentingnya batubara dalam lanskap energi global. Tren Kontras di Amerika Serikat Berbeda dengan peningkatan konsumsi batu bara di Tiongkok dan India, konsumsi batu bara di Amerika Serikat mengalami penurunan. Institute for Energy Economics and Financial Analysis melaporkan penurunan konsumsi batubara harian sebesar 62% dari 2,8 juta menjadi 1,1 juta ton. Pergeseran ini menyoroti beragamnya pola konsumsi energi global dan semakin berbedanya ketergantungan terhadap batu bara. Tantangan Emisi Masih Ada Meskipun Tiongkok dan India mengadopsi target energi terbarukan yang agresif, emisi karbon diperkirakan akan meningkat karena konsumsi batu bara yang besar. Fokus pada pengurangan emisi bergantung pada kedua negara ini, karena kedua negara tetap berperan penting dalam lanskap batubara global. Ron Thummel, Managing Director Tortoise Capital, menekankan pentingnya mengatasi emisi di Tiongkok dan India untuk mencapai tujuan lingkungan global. Target Energi Terbarukan di Tengah Ketergantungan Batubara India, misalnya, telah menetapkan target aspirasional untuk memperoleh 50% listriknya dari sumber terbarukan pada tahun 2030. Namun, kenyataannya 75% listrik India saat ini dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga batu bara, hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam transisi ke energi terbarukan. campuran energi yang lebih bersih. Demikian pula, meski memimpin dalam ekspansi energi terbarukan, Tiongkok masih mengandalkan batu bara untuk 61% pembangkit listriknya. Kesimpulan Meskipun terdapat tujuan energi terbarukan yang ambisius, ketergantungan India dan Tiongkok yang terus berlanjut pada batu bara menunjukkan kompleksitas peralihan ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Meskipun kedua negara telah mencapai kemajuan dalam bidang energi terbarukan, tantangan terhadap keandalan energi dan besarnya skala ekonomi kedua negara menjadikan batu bara sebagai pengganti yang sangat diperlukan. Menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan energi, dan kelestarian lingkungan masih merupakan tugas yang sulit bagi negara-negara besar ini.

  • 4 Hal untuk Memastikan Produk Anda Memiliki Sertifikasi Ramah Lingkungan untuk Menyelamatkan Bumi di 2024

    Sertifikasi Ramah Lingkungan Menjalani gaya hidup ramah lingkungan pada tahun 2024 lebih dari sekadar pilihan pribadi; hal ini melibatkan pemilihan produk secara sadar dengan standar atau sertifikasi yang menjamin sumber daya dan metode produksi yang bertanggung jawab. Artikel ini mengeksplorasi empat praktik utama ramah lingkungan, menyoroti pentingnya berbagai sertifikasi yang menjamin keberlanjutan dan kesadaran lingkungan pilihan kita. 1. Utamakan Pangan dan Kosmetik dari Praktik Pertanian Organik dan Bertanggung Jawab Memilih makanan dan kosmetik yang bersumber dari praktik pertanian organik dan bertanggung jawab sangat penting bagi kesehatan kita dan lingkungan. Carilah sertifikasi seperti EU Organic dan USDA Organic, yang memastikan produk bebas dari pestisida sintetis dan organisme hasil rekayasa genetika. Khusus untuk kosmetik, sertifikasi seperti COSMOS memastikan produksinya mematuhi standar organik dan berkelanjutan yang ketat. Selain itu, sertifikasi seperti HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) menekankan keamanan pangan, menawarkan pendekatan komprehensif terhadap manajemen mutu. 2. Pilihlah Pakaian dari Bahan Organik dengan Sertifikasi GOTS Dampak industri fesyen terhadap lingkungan sangat besar, sehingga pemilihan pakaian dengan sertifikasi seperti GOTS (Standar Tekstil Organik Global) menjadi suatu keharusan. GOTS menjamin tekstil diproduksi secara organik, menggunakan proses ramah lingkungan dan menghindari bahan kimia berbahaya. Dengan memilih pakaian bersertifikasi GOTS, konsumen berkontribusi dalam mengurangi polusi air, mendukung praktik ketenagakerjaan yang etis, dan mendukung industri fesyen yang lebih berkelanjutan. 3. Gunakan Bahan Daur Ulang untuk Tekstil dan Kemasan Memastikan bahwa tekstil, mulai dari barang fesyen hingga kemasan plastik sekali pakai, terbuat dari bahan daur ulang sangatlah penting. Sertifikasi seperti GRS (Standar Daur Ulang Global) dan RCS (Standar Konten Daur Ulang) memastikan bahwa bahan yang digunakan adalah bahan daur ulang dan persentase kandungannya dipantau secara ketat. Dengan menerima sertifikasi ini, individu secara aktif berpartisipasi dalam mengurangi limbah dan mendorong ekonomi sirkular. 4. Pengolahan Kertas Bertanggung Jawab dengan Sertifikasi FSC Pentingnya sumber kertas yang bertanggung jawab tidak dapat diremehkan, terutama dalam hal pengemasan. Pilihlah produk dengan sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council), yang memastikan bahwa kertas yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Pilihan ini mendukung praktik kehutanan berkelanjutan, berkontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati, dan membantu memerangi deforestasi. Kesimpulan Meskipun keempat praktik ramah lingkungan ini berfungsi sebagai landasan yang kuat untuk kehidupan berkelanjutan, penting untuk mengakui keberadaan berbagai sertifikasi lain yang terkait dengan minyak sawit berkelanjutan, netralitas karbon, dan banyak lagi. Pilihan berkelanjutan melampaui apa yang disoroti di sini, dan setiap individu didorong untuk mengeksplorasi dan mendukung produk dengan sertifikasi yang selaras dengan nilai-nilai lingkungan mereka. Di dunia di mana konsumerisme yang sadar dapat mendorong perubahan positif, menerapkan praktik-praktik ini bukan hanya sebuah pilihan tetapi juga sebuah tanggung jawab. Dengan mengambil keputusan yang tepat dan mendukung produk bersertifikat, kami berkontribusi terhadap bumi yang lebih sehat untuk generasi sekarang dan masa depan. Read More: Verifying Recycled Content in Plastic Products Standards and Certification Schemes Review EU Commission ensures accuracy in Recycling Claims for Plastic Bottles Misleading Claims in '100% Recyclable PET Bottles'? What is The 'Check Tree' Logo on Your Packaging? FSC Certified! Accompaniment of Audit Stage II - HACCP - PT Alove Bali Ind. Organic Awareness Training - EU, USDA-NOP, JAS - PT Coco Sugar Indonesia

  • Apakah maksud Logo "Check Tree" di Kemasan Anda? Tersertifikasi FSC!

    Di dunia yang dihadapkan dengan permasalahan lingkungan hidup, deforestasi menjadi ancaman besar bagi masa depan kita. Secara mengejutkan, sekitar 10 juta hektar hutan menghilang setiap tahunnya, menyumbang sekitar 16% dari total kehilangan pohon global, dengan 96% deforestasi ini terjadi di hutan tropis. Kemasan dengan Logo "Check Tree" : Tersertifikasi FSC! Di tengah krisis ini, Forest Stewardship Council (FSC) muncul sebagai secercah harapan. Menyadari dampak besar hutan terhadap kelangsungan kehidupan di bumi, FSC berkomitmen untuk memelihara kehutanan secara bertanggung jawab, memastikan kesejahteraan hutan dan masyarakat. Sebagai pemimpin dunia dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, FSC menjalankan sistem sertifikasi hutan yang paling ketat dan terpercaya, ditandai dengan label “check tree” yang khas pada jutaan produk di seluruh dunia. Sebanyak 46% konsumen di seluruh dunia mengenali dan percaya pada lambang ini. FSC 100%, FSC Recycled, FSC Mix Dengan memahami logo FSC, simbol-simbol ini lebih dari sekadar penanda estetika. FSC 100% menandakan produk yang seluruhnya bersumber dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab dan bersertifikat FSC, yang secara langsung berkontribusi terhadap misi memastikan hutan tumbuh subur untuk selamanya. FSC Recycled menekankan penggunaan 100% bahan daur ulang, mengurangi tekanan untuk menebang lebih banyak pohon dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya hutan yang berharga. Sementara, FSC Mix berarti produk yang terbuat dari campuran bahan yang bersumber dari hutan bersertifikasi FSC, bahan daur ulang, dan/atau kayu yang dikontrol FSC (FSC Controlled-Wood), sehingga memitigasi risiko dari sumber yang tida dapat diterima. Cara Paling Mudah untuk Melindungi Hutan Kita! Memilih kemasan bersertifikasi FSC bukan hanya sekedar sikap terhadap lingkungan; ini adalah komitmen untuk masa depan yang berkelanjutan. Konsumen yang memilih produk berlabel FSC mendukung nol deforestasi, penebangan pohon yang bertanggung jawab, dan perlindungan hutan tua yang sangat penting untuk melawan perubahan iklim. Selain itu, pilihan-pilihan ini berkontribusi pada upah yang adil dan lingkungan kerja bagi semua yang terlibat, upaya konservasi spesies tumbuhan dan hewan, dan penghormatan terhadap hak hukum dan budaya masyarakat lokal. Bagi perusahaan di berbagai industri, penggunaan kemasan bersertifikasi FSC bukan sekadar keputusan etis – namun merupakan langkah strategis. Dengan menyelaraskan dengan standar FSC, dunia usaha berkontribusi terhadap kehutanan berkelanjutan, memperluas jangkauan pasar mereka, dan meningkatkan keuntungan dengan mempromosikan praktik-praktik sadar lingkungan. Dapatkan Sertifikasi FSC Anda dengan Layanan Konsultasi Peterson! Namun, peralihan ke sertifikasi FSC mungkin tampak sulit bagi dunia usaha. Di sinilah pakar seperti Peterson Indonesia berperan. Bagi perusahaan yang mencari sertifikasi FSC, Peterson Indonesia menawarkan konsultasi dan panduan selama proses berlangsung. Mulai dari pelatihan kesadaran tentang standar hingga penilaian kesenjangan dan pendampingan audit, semuanya memastikan perjalanan yang mulus menuju pencapaian tujuan keberlanjutan. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kami! Di dunia di mana kesadaran lingkungan semakin menjadi dasar pilihan konsumen, logo FSC pada kemasan makanan dan minuman Anda bukan sekadar simbol; ini adalah sebuah pernyataan – sebuah komitmen terhadap masa depan di mana hutan akan tumbuh subur, masyarakat akan tumbuh subur, dan dunia usaha akan makmur secara berkelanjutan.

  • Pertumbuhan Berkelanjutan: Sekilas tentang PCU Global Tree Planting Project di Asia

    PCU Global Tree Planting Project Untuk merayakan hari jadi kami yang ke-100 pada tahun 2020, kami meluncurkan Proyek Penanaman Pohon, sebuah inisiatif berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan komunitas lokal di seluruh Asia. Saat kami melanjutkan inisiatif global ini di tahun-tahun mendatang di bawah “PCU Global Tree Planting Project,” kami menargetkan penanaman 100.000 pohon pada akhir tahun 2024. Laporan ini berfokus pada pencapaian yang dicapai di Asia pada bulan Desember 2023. Bangladesh Memelihara Akar Perubahan Di Bangladesh, kami memulai beberapa upaya penanaman pohon, yang berjumlah 1.287 pohon. Dari Rasulpur di Barhatta hingga Mazitpur di Pakundia, proyek kami berfokus pada penanaman pohon obat dan buah-buahan, mendukung lingkungan dan masyarakat lokal. Khususnya, di Mazitpur, kami membagikan pohon kepada siswa, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di kalangan generasi muda. China Hutan Ekologi Terkunci Gurun Di Tiongkok, upaya kami adalah menciptakan hutan ekologi terkurung gurun di kawasan Hashikha Sumu di Alashan Left Banner, Mongolia Dalam. Bermitra dengan LSM China Green Foundation, kami menanam Pohon Michelia Alba di taman umum di distrik Huangpu Shanghai dan 10.000 pohon scoparium Hedysarum di Alashan. Inisiatif ini berkontribusi dalam merehabilitasi lebih dari 148.100 meter persegi lahan yang menjadi gurun dan bertujuan untuk mengekang erosi pergerakan gurun dan mengurangi badai pasir, serta mendorong perbaikan kondisi ekologi dan keanekaragaman hayati. India Mempertahankan Masyarakat di Maharashtra Menghadapi ancaman penggurunan di distrik Sangli, Maharashtra, India, proyek kami bekerja sama dengan LSM Yerala Projects Societies melibatkan penanaman 39.150 pohon muda yang menghasilkan buah. Dengan menyediakan pupuk organik dan bibit pohon kepada 261 petani, kami bertujuan untuk menciptakan inisiatif berkelanjutan yang meningkatkan kondisi lingkungan, keanekaragaman hayati, dan mendukung masyarakat lokal. Indonesia and Malaysia Memulihkan Hutan Bakau dan Hutan Asli Di Indonesia, kami menanam 1.000 pohon bakau dan hutan tropis di Pulau Biak bekerja sama dengan 'Just A Tree.' Inisiatif ini berkontribusi terhadap pemulihan lingkungan dan memberikan pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Di Malaysia, kami fokus pada restorasi Hutan Warisan Jagoi, penanaman 1.000 spesies pohon asli untuk menghidupkan kembali hutan terdegradasi dan kawasan longsor seluas 1,8 hektar. FIlipina Menghutankan Kembali Hutan Karbon Di Filipina, kami secara aktif berpartisipasi dalam inisiatif penghutanan kembali, seperti Dare to Care: Ali-Davao Carbon Forest Restoration. Philippine Eagle Foundation mengelola proyek ini bekerja sama dengan Ayala Land Inc. Proyek ini juga bertujuan untuk meregenerasi hutan yang terkena dampak aktivitas manusia yang merusak. Keberhasilan pertumbuhan lebih dari 6.000 pohon pada akhir tahun 2020 menunjukkan dampak positif dari upaya kolaboratif. Singapura, Thailand, and Vietnam Beragam Upaya Penghijauan Di Singapura, 16 pohon dari berbagai spesies ditanam, berkontribusi terhadap lanskap hijau negara kota tersebut. Di Thailand, 100 pohon rosewood siam, Burma padauk, dan Mahoni ditanam di Prachuap Khiri Khan. Di Vietnam, proyek kami mencakup Hutan Nasional Taman Nam Cat Tien dan Provinsi Dong Nai, yang melibatkan penanaman 470 pohon Pterocarpus macrocarpus dan Hopea odorata, serta 500 pohon Dalbergia bariaensis Pierre. Pemantauan dan perawatan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan perkembangan optimal tanaman ini selama lima tahun ke depan. Kesimpulan Proyek Penanaman Pohon kami di Asia merupakan bukti komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di bawah "Proyek Penanaman Pohon Global PCU". Dengan 56.996 pohon yang ditanam, termasuk 43 pohon di Tiongkok, kami menantikan masa depan yang lebih hijau dan sehat di kawasan ini. Saat kami melanjutkan inisiatif global ini, kami mendorong lebih banyak individu dan organisasi untuk bergabung dengan kami dalam mendorong perubahan positif bagi planet ini. Laporan ini mencerminkan data terbaru yang tersedia per Desember 2023.

  • Bencana Lingkungan: Dampak Iklim yang Meluas dari Perang di Gaza

    Dampak Iklim Perang di Gaza Para pemimpin berkumpul di Dubai untuk menghadiri COP28, pertemuan puncak tahunan PBB yang membahas dampak perubahan iklim, sebuah narasi yang menghancurkan terjadi di 2.400 km ke arah barat yaitu dampak iklim perang Gaza. Selain jumlah korban jiwa yang sangat memilukan, para ahli semakin khawatir mengenai dampak lingkungan dari konflik ini dan potensinya melemahkan kemampuan Gaza dalam memerangi perubahan iklim. Artikel ini menggali lebih dalam tujuh bukti menarik, menyoroti bagaimana kampanye pengeboman tidak hanya merupakan kejahatan perang tetapi juga menimbulkan ancaman besar terhadap ketahanan iklim di wilayah tersebut. 1. Cengkeraman Polusi Udara Beracun Konflik yang tak henti-hentinya telah menimbulkan gelombang kehancuran, memenuhi udara Gaza dengan asap beracun dari bangunan-bangunan yang terbakar dan sisa-sisa manusia. Nada Majdalani, direktur EcoPeace Timur Tengah, menggambarkan situasi ini sebagai bencana besar, dan menyatakan bahwa “setiap aspek lingkungan Gaza telah dilenyapkan.” Polusi udara yang meluas ini tidak hanya menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan penduduk Gaza namun juga secara signifikan memperburuk tantangan kawasan dalam memerangi perubahan iklim. 2. Kehancuran Tenaga Surya: Kemunduran Adaptasi Iklim Setelah mengalami blokade selama 16 tahun, Gaza beralih ke energi surya untuk memenuhi kebutuhan listriknya, dengan sekitar 60% energinya bersumber dari tenaga surya. Namun, pengeboman sengaja menargetkan dan menghancurkan ribuan bangunan, banyak di antaranya dilengkapi panel surya. Tindakan destruktif ini tidak hanya membahayakan kesejahteraan penduduk tetapi juga melemahkan upaya terpuji Gaza dalam adaptasi iklim dan upaya mencapai energi bersih. 3. Penyakit yang Ditularkan Melalui Air Meningkat Jenazah yang membusuk dan persediaan air yang terkontaminasi bagaikan bom waktu yang siap memicu penyebaran penyakit. Penghancuran 44% fasilitas gas, air, dan sanitasi di Gaza selama perang semakin meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Saat hujan musim dingin semakin dekat, potensi air limbah bercampur dengan air hujan menimbulkan ancaman tambahan terhadap kesehatan masyarakat, dengan kolera dan penyakit menular lainnya yang ditularkan melalui air. 4. Masalah Limbah Berbahaya Bahkan sebelum konflik saat ini, Gaza bergulat dengan infrastruktur sanitasi yang tidak memadai, yang menyebabkan pembuangan limbah yang tidak diolah ke laut. Penutupan total instalasi pengolahan air limbah karena blokade memperburuk krisis ini, dengan melepaskan sejumlah besar limbah yang tidak diolah ke Mediterania. Dengan kehancuran yang diakibatkan oleh perang yang sedang berlangsung, akumulasi puing-puing dan limbah menyumbat saluran pembuangan, menciptakan kondisi yang kondusif bagi genangan air dan meningkatkan risiko penularan penyakit. 5. Teka-Teki Bahan Bakar Fosil: Emisi Karbon Besar-besaran Skala konflik yang besar memerlukan bahan bakar fosil dalam jumlah besar, sehingga berkontribusi terhadap emisi karbon yang berlebihan. Laporan awal menunjukkan bahwa 25.000 ton amunisi dijatuhkan di Gaza pada minggu-minggu awal perang, yang menyebabkan emisi karbon setara dengan penggunaan energi tahunan di ribuan rumah atau emisi ribuan kendaraan penumpang. Ketergantungan militer yang besar pada bahan bakar fosil semakin menambah emisi global, dan diperkirakan menyumbang sekitar 5,5%. 6. Ancaman Hujan Asam: Akibat Penggunaan Senjata Tuduhan penggunakan amunisi fosfor putih meningkatkan kekhawatiran mengenai polusi atmosfer. Saat Gaza memasuki musim hujan, muncul kekhawatiran bahwa hujan tersebut dapat berubah menjadi hujan asam yang terkontaminasi fosfor putih. Hal ini menimbulkan risiko langsung bagi masyarakat yang bergantung pada pengumpulan air hujan untuk minum, sehingga memperparah permasalahan kelangkaan air yang sudah ada di wilayah tersebut. 7. Pembangunan Kembali di Tengah Emisi: Dampak Lingkungan yang Berkelanjutan Reproduksi kawasan yang hancur menghasilkan emisi yang signifikan, terutama dalam produksi beton dan semen. Penghancuran bangunan tempat tinggal dan non-tempat tinggal selama perang dapat mengakibatkan 5,8 juta ton emisi karbon. Hal ini tidak hanya menambah dampak langsung terhadap lingkungan hidup dari konflik tersebut namun juga berkontribusi terhadap krisis iklim yang lebih luas, yang menggarisbawahi keterkaitan antara konflik bersenjata dan tantangan lingkungan hidup global. Kesimpulan Perang Israel-Hamas di Gaza bukan hanya krisis kemanusiaan namun juga bencana lingkungan yang sedang berlangsung. Bukti yang disajikan tidak hanya menggarisbawahi dampak langsung dan jangka panjang konflik terhadap lingkungan Gaza, namun juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi komunitas internasional untuk mengatasi aspek kemanusiaan dan lingkungan hidup setelah konflik yang menghancurkan ini. Menyeimbangkan skala antara upaya bantuan segera dan pembangunan kembali yang berkelanjutan adalah hal yang sangat penting untuk memastikan masa depan yang berketahanan dan berkelanjutan bagi Gaza dan wilayah yang lebih luas.

  • Komisi Eropa Memastikan Akurasi dalam Klaim Daur Ulang Botol Plastik

    Sebagai langkah terobosan menuju praktik berkelanjutan dan transparan, Komisi Eropa telah memperkenalkan arahan baru, Commission Implementing Decision (EU) 2023/2683, untuk mengatur pengungkapan informasi konten daur ulang dalam botol minuman plastik sekali pakai (eur-lex.europa.eu). Keputusan tersebut, yang berlaku mulai 1 Desember 2023, merupakan langkah penting dalam menyelaraskan dengan tujuan yang ditetapkan dalam Directive (EU) 2019/904, yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk plastik tertentu. Memahami Latar Belakang Directive (EU) 2019/904 mengamanatkan target spesifik untuk kandungan minimum plastik daur ulang dalam botol minuman plastik sekali pakai, termasuk botol PET. Khususnya, target pada tahun 2025 adalah minimal 25% plastik daur ulang untuk botol PET, dan meningkat menjadi setidaknya 30% untuk semua botol minuman pada tahun 2030. Arahan yang baru diperkenalkan ini menjawab kebutuhan akan metodologi standar dalam menghitung dan memverifikasi kandungan plastik daur ulang ini. target. Pencantuman Label dan Selongsong Aspek penting dari arahan ini adalah klarifikasi bahwa label dan selongsong harus dianggap sebagai bagian integral dari botol minuman. Alasannya ada dua: label dan selongsong, yang berfungsi sebagai penanda merek dan tujuan informasi, dipasang pada tahap produksi yang sama dengan tutup dan tutup. Oleh karena itu, beratnya harus termasuk dalam berat keseluruhan botol minuman. Penyertaan ini bertujuan untuk mencegah klaim menyesatkan atas 100% botol daur ulang dengan memperhitungkan semua komponen, sehingga memastikan representasi yang lebih akurat. Mendefinisikan 'Plastik Daur Ulang' Arahan tersebut dengan jelas mendefinisikan ‘plastik daur ulang’ untuk menghindari ambiguitas. Ini secara khusus mencakup bahan yang telah melalui daur ulang sampah plastik pasca-konsumen. Keputusan ini bertujuan untuk membedakan antara sampah plastik pasca-konsumen dan pra-konsumen, dengan fokus pada sampah plastik pasca-konsumen agar selaras dengan tujuan lingkungan hidup dalam Directive (EU) 2019/904. Harmonisasi Metode Perhitungan Arahan ini menekankan pentingnya pendekatan yang konsisten di seluruh Negara Anggota dalam menghitung kandungan plastik daur ulang. Hal ini mendorong ketergantungan pada Peraturan Komisi (UE) 2022/1616, yang menetapkan rantai pelaporan untuk langkah-langkah produksi dan memastikan keseragaman dalam pengumpulan data. Metode ini menyederhanakan perhitungan dan meminimalkan beban administratif pada operator ekonomi dan Negara Anggota. Pertimbangan Masa Depan Menyadari kemajuan dalam teknologi daur ulang, Komisi Eropa mengusulkan amandemen untuk memasukkan metodologi penghitungan kandungan plastik daur ulang yang diperoleh melalui berbagai metode daur ulang. Pendekatan berwawasan ke depan ini bertujuan untuk beradaptasi dengan teknologi yang sedang berkembang dan menjaga relevansi arahan tersebut. Memastikan Kepatuhan Keamanan Pangan Karena seluruh bagian botol minuman merupakan bahan yang ditujukan untuk kontak dengan makanan, maka Peraturan (UE) 2017/625 berlaku. Peraturan ini memastikan kendali resmi atas persentase plastik daur ulang, sehingga meningkatkan keamanan dan kualitas kandungan daur ulang dalam botol minuman. Pelaporan dan Transparansi Negara-negara Anggota kini diwajibkan untuk mengumpulkan dan melaporkan data tentang berat komponen plastik dan plastik daur ulang dalam botol minuman setiap tahunnya. Format pelaporan mempertimbangkan metode pengukuran dan format pelaporan limbah kemasan, memastikan konsistensi dengan peraturan yang ada. Melihat ke depan Dengan berlakunya arahan ini mulai 1 Desember 2023, para pemangku kepentingan di industri botol minuman plastik didesak untuk memahami peraturan baru ini dan menyesuaikan praktik mereka. Komitmen Komisi Eropa terhadap tujuan keberlanjutan dan lingkungan hidup terlihat jelas dalam arahan ini, yang menandai langkah signifikan menuju penggunaan plastik yang lebih sirkular dan bertanggung jawab. Sebagai kesimpulan, arahan Komisi Eropa baru-baru ini menandai kemajuan penting dalam menerapkan praktik berkelanjutan dalam industri botol minuman plastik. Kami mengundang Anda untuk mempelajari teks lengkapnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keputusan tersebut dan implikasinya, klik di sini. Saat bisnis menavigasi perubahan ini dan mencari solusi komprehensif untuk Penilaian Siklus Hidup (LCA), tim kami di PPS siap membantu Anda. Layanan kami yang dirancang khusus memastikan pengumpulan, verifikasi, dan pelaporan data yang akurat, menyelaraskan operasi Anda dengan standar peraturan yang terus berkembang. Untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana PPS dapat mendukung bisnis Anda dalam mencapai tujuan keberlanjutan, klik di sini untuk menghubungi kami. Mari kita berjalan bersama menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

  • Akreditasi ESG: Menuju Perusahaan Berkelanjutan

    Akreditasi ESG Saat ini tanggung jawab perusahaan kian berkembang dan keberlanjutan telah menjadi fokus utama bagi organisasi atau perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan semakin banyak yang beralih ke akreditasi atau sertifikasi yang didukung oleh lembaga keuangan untuk menghadapi kompleksitas standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Artikel ini menggali pentingnya akreditasi ESG, dampaknya terhadap berbagai profesi, dan kerangka kerja penting yang membentuk jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan. Ketika perusahan berupaya mewujudkan keberlanjutan, tanggung jawab meluas ke segi bisnis dan karyawannya. Pendekatan baru yang muncul dalam bidang ini adalah akreditasi ESG, yang memberikan sertifikasi yang memvalidasi pengetahuan dan penerapan kepatuhan ESG. Pergeseran ini memungkinkan para profesional untuk mengekspresikan keahlian mereka dalam bidang keberlanjutan, menyelaraskan pertumbuhan pribadi dengan tanggung jawab perusahaan. Bagi dunia usaha, apa pun industrinya, akreditasi ESG memerlukan pertimbangan yang cermat. Materialitas finansial dan pemahaman terhadap faktor sosial, dampak lingkungan, dan tantangan spesifik industri merupakan landasan dari upaya ini. Laporan ini mengeksplorasi nuansa akreditasi ESG, mengakui penerapan universal dan relevansinya untuk posisi profesional tertentu. Sebelum mempelajari lebih dalam, penting untuk memperjelas terminologi utama. ESG, yang mencakup faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola, merupakan kerangka kerja untuk menarik fokus keberlanjutan di kalangan perusahaan. Keberlanjutan, sebuah konsep yang lebih luas, mencakup stabilitas ekonomi, keterlibatan masyarakat, dan praktik bisnis etis lainnya. Akreditasi ESG bukan sekadar upaya untuk memenuhi kriteria, namun merupakan peluang bagi para profesional dan dunia usaha untuk menunjukkan kemahiran dalam pilar-pilar keberlanjutan yang secara signifikan berdampak pada tren pasar global. Akreditasi adalah cara nyata untuk membangun kepercayaan, menyelaraskan dengan mitra, dan menunjukkan komitmen terhadap praktik berkelanjutan, yang merupakan hal yang penting karena semakin banyak investor yang meneliti metrik ESG. Menavigasi berbagai sertifikasi ESG dapat menjadi hal yang menakutkan bagi bisnis yang memasuki bidang ini. Berbagai kerangka kerja tersedia untuk membantu para profesional melaporkan kredensial LST mereka secara efektif. Pendekatan strategis terhadap investasi etis ini selaras dengan persyaratan lembaga keuangan, seperti BlackRock dan Vanguard, yang mendukung kerangka kerja seperti SASB dan TCFD sebagai tolok ukur peluang investasi berkelanjutan. Organisasi seperti BlackRock dan Vanguard berperan penting dalam membentuk agenda keberlanjutan. Raksasa keuangan ini telah secara terbuka menyatakan komitmen mereka untuk mengarahkan investasi ke bisnis yang mematuhi ESG, dan menekankan pentingnya kerangka kerja seperti TCFD untuk pelaporan ESG yang konsisten. Lembaga keuangan yang mempunyai kewenangan untuk mengatur pendanaan berdasarkan kriteria tertentu menyoroti peran penting akreditasi ESG dalam mengamankan pendanaan dan membentuk strategi pertumbuhan perusahaan. Pastikan Akreditasi ESG Anda dengan PPS! Dalam lanskap bisnis berkelanjutan yang terus berkembang, akreditasi ESG menjadi hal yang penting untuk menumbuhkan kepercayaan, menarik investasi, dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan. Di PPS Indonesia, kami menyederhanakan perjalanan dengan menawarkan dukungan komprehensif dalam Pelaporan Keberlanjutan (SR). Bersama kami sebagai mitra berdedikasi Anda, menavigasi kompleksitas SR menjadi bebas dari rasa khawatir. Anda dapat mengandalkan keahlian kami untuk menyelaraskan bisnis Anda dengan kerangka kerja yang berpengaruh dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh lembaga keuangan. Jelajahi dunia pengetahuan SR bersama kami (klik di sini: Pelaporan Keberlanjutan | Peterson Indonesia), dan mari berdiskusi bagaimana PPS Indonesia dapat menyesuaikan layanannya untuk memenuhi kebutuhan spesifik Anda. Komitmen Anda terhadap keberlanjutan layak mendapatkan mitra yang menjadikan jalan menuju perilaku bisnis yang bertanggung jawab dan beretika dapat diakses dan berhasil. Hubungi kami sekarang!!

  • Letusan Gunung Marapi, Masyarakat Sekitar Diharapkan Waspada

    Letusan Marapi Gunung Marapi, yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar di provinsi Sumatera Barat, telah diawasi secara ketat. Aktivitas gunung berapi baru-baru ini, terutama letusan eksplosif, telah mendorong pihak berwenang mengeluarkan peringatan dan menerapkan langkah-langkah keselamatan. Berikut ikhtisar kejadian terkini, dampaknya, dan tindakan pencegahan yang disarankan bagi masyarakat lokal dan pengunjung. Aktivitas Vulkanik Terkini Sejak 7 Januari 2023 hingga 20 Februari 2023, Gunung Marapi mengalami serangkaian letusan eksplosif, dengan ketinggian kolom berkisar antara 75 hingga 1000 meter di atas puncak. Selanjutnya, letusan berhenti, menyebabkan gempa tektonik lokal dan jauh yang mendominasi aktivitas seismik. Tingkat aktivitas saat ini dikategorikan Level II (WASPADA) yang mengindikasikan kehati-hatian sejak 3 Agustus 2011. Perkembangan Terkini Hingga tanggal 3 Desember 2023 pukul 18.00 WIB, letusan eksplosif terakhir terjadi pada pukul 14.54 WIB dengan ketinggian kolom kurang lebih 3000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna abu-abu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Rekaman seismik menangkap amplitudo 30 mm selama 4 menit 41 detik. Letusan tersebut disertai aliran piroklastik ke arah utara, menempuh jarak 3 km. Meskipun tidak ada aktivitas seismik vulkanik yang signifikan sebelum letusan, data tiltmeter menunjukkan proses letusan yang cepat dengan pusat tekanan yang dangkal. Berdasarkan data Basarnas pada 3 Desember 2023, sedikitnya 75 pendaki terjebak saat Gunung Marapi meletus. Sebanyak 11 orang ditemukan tewas, dan 12 lainnya belum ditemukan. Rekomendasi Keamanan Mengingat aktivitas gunung berapi yang sedang berlangsung dan potensi bahaya, pihak berwenang merekomendasikan tindakan pencegahan berikut: Pembatasan Akses: Warga dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas atau mendekati Gunung Marapi dalam radius 3 km dari kawah/puncak. Jangan Panik: Warga sekitar Gunung Marapi diimbau tetap tenang dan menghindari rumor potensi letusan. Sangat penting untuk mengikuti panduan yang diberikan oleh otoritas setempat. Tindakan Perlindungan Saat Hujan Abu: Jika terjadi hujan abu, warga disarankan untuk memakai masker saat meninggalkan rumah untuk meminimalkan dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap dari abu vulkanik yang kental juga disarankan untuk mencegah kerusakan struktural. Koordinasi dan Pertukaran Informasi yang aktual untuk Masyarakat: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, dan BPBD setempat di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk memberikan informasi terkini mengenai Gunung aktivitas Marapi. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar disarankan untuk berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jl. Prof Hazairin No 168 Bukit Tinggi untuk update terkini aktivitas Gunung Marapi. Pemantauan dan Akses Informasi Untuk pemantauan dan rekomendasi secara real-time, masyarakat dan otoritas terkait diimbau untuk memanfaatkan aplikasi atau website MAGMA INDONESIA (magma.esdm.go.id). Ketika Gunung Marapi terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Dengan mematuhi tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan tetap mendapatkan informasi melalui saluran resmi, penduduk dan pengunjung dapat berkontribusi terhadap keselamatan mereka dan ketahanan keseluruhan wilayah yang terkena dampak.

  • Botol PET 100% Daur Ulang: Klaim yang Menyesatkan

    Klaim Menyesatkan?? Sebuah studi yang mengejutkan baru-baru ini oleh ClientEarth, ECOS, Eunomia Research & Consulting, dan Zero Waste Europe mendapat sorotan tajam dalam dunia botol minuman plastik PET, yang mengklaim sebagai "100% dapat didaur ulang" atau "100% didaur ulang". Penelitian mengungkapkan bahwa pernyataan ini sering kali tidak sesuai kenyataan, sehingga menantang keakuratan metode ilmiah seperti Penilaian Siklus Hidup. Komponen penting seperti tutup, label, perekat, dan tinta dalam botol minuman sebagian besar masih belum didaur ulang. Nusa Urbancic, CEO Changing Markets Foundation, memperingatkan ancaman litigasi greenwashing di tengah pengetatan undang-undang global. Ketika momok tindakan hukum semakin meningkat, dukungan industri terhadap sistem seperti Deposit Return Systems (DRS) direkomendasikan untuk mendukung klaim. Innova Market Insights mengidentifikasi “Hijau namun Bersih” sebagai tren teratas pada tahun 2023, yang mencerminkan tindakan keras global terhadap klaim lingkungan yang kontroversial. UNESDA Soft Drinks Europe mengakui penerapan DRS yang efektif di Eropa namun menyoroti tantangan-tantangannya, termasuk penetapan harga yang tidak sesuai dengan pasar PET daur ulang (rPET). Setelah semua hasil penelitian tersebut, apakah PET dengan jelas disimpulkan sebagai "tidak dapat didaur ulang"? PET Berkelanjutan! Dalam bidang keberlanjutan, r-PET yang banyak ditemukan di pasaran biasanya berupa plastik pra-konsumsi. Sederhananya, hal ini mencakup daur ulang sampah plastik bersih dan tidak terpakai yang dihasilkan oleh industri. Selanjutnya bahan daur ulang tersebut dijual kembali dalam bentuk r-PET. Klaim PET daur ulang (r-PET) dalam botol plastik tidak secara otomatis berarti sistem daur ulang yang benar-benar ramah lingkungan atau sistem daur ulang tertutup. Seluk-beluknya terletak pada banyaknya peraturan yang membatasi penggunaan plastik pasca konsumsi yang bersentuhan dengan makanan atau minuman karena pertimbangan kesehatan. Ini adalah aspek penting yang harus ditangani secara transparan oleh perusahaan. Konsumen mungkin akan percaya bahwa botol dengan klaim seperti itu adalah bagian dari model melingkar. Namun, kenyataannya sering kali kurang optimis, dengan botol PET pasca-konsumen, dalam skenario terbaik, diturunkan peringkatnya menjadi plastik berkualitas lebih rendah daripada diintegrasikan ke dalam ekonomi sirkular. Hal ini merupakan pengingat akan pentingnya meneliti klaim keberlanjutan lebih dari sekedar nilai nominalnya. Ketika membandingkan harga r-PET dan PET, produksi PET secara umum lebih hemat biaya, mengingat proses pemurnian yang sudah mapan. Namun demikian, kelayakan ekonomi dari pemilihan r-PET dibandingkan PET bergantung pada lanskap legislatif. Misalnya, Spanyol mengenakan pajak sebesar 0,45 euro/kg atas penggunaan plastik murni dalam kemasan. Kerangka legislatif ini menjadikan pemilihan r-PET lebih kompetitif secara ekonomi. Undang-undang ini telah berlaku sejak 1 Januari 2023, yang menunjukkan adanya kecenderungan bagi negara-negara lain untuk mengadopsi tindakan serupa di masa depan. Perusahaan dan LCA-nya Perusahaan yang mengajukan klaim harus membagikan studi mereka secara publik dan mempertimbangkan verifikasi pihak kedua atau tinjauan ahli untuk mendapatkan kredibilitas. Verifikasi independen terhadap Penilaian Siklus Hidup (LCA) disarankan, dan klaim harus didukung oleh referensi untuk pengawasan publik. Memilih standar LCA yang kuat adalah opsional, karena tidak ada peraturan yang mewajibkan verifikasi independen. Dunia usaha menikmati fleksibilitas untuk memilih metodologi dan standar yang selaras dengan preferensi mereka. Meskipun standarisasi masih menjadi tantangan, evolusi metodologi Penilaian Siklus Hidup (LCA) yang sedang berlangsung, selama dua dekade, mencerminkan upaya perbaikan berkelanjutan yang dipimpin oleh kelompok penelitian. Pendekatan yang disarankan adalah memilih standar yang menampilkan aturan kategori produk yang dikembangkan oleh industri dan divalidasi oleh entitas standar. Hal ini tidak hanya menumbuhkan keadilan tetapi juga mengurangi risiko persaingan tidak sehat dalam sektor ini. Konsekuensi hukum mungkin timbul atas klaim berdasarkan studi yang tidak dilakukan secara memadai. Petunjuk Klaim Ramah Lingkungan (Green Claim Directive) Komisi Eropa mengamanatkan dukungan dokumentasi untuk klaim ramah lingkungan, dan mengatasi permasalahan transparansi. Mereka sedang mengembangkan metodologi Product Environmental Footprint (PEF), yang mewajibkan verifikasi default untuk semua LCA. Inisiatif global serupa diharapkan terjadi dalam waktu dekat. Pastikan Kekuatan Klaim Anda dengan Peterson! Apakah Anda sedang mencari solusi yang dapat diandalkan untuk meningkatkan klaim keberlanjutan perusahaan Anda sekaligus memastikan transparansi dan keamanan? Percayakan pada kami, Peterson Projects and Soslutions! Tim kami yang berdedikasi memiliki spesialisasi dalam menyediakan layanan Penilaian Siklus Hidup (LCA) terbaik yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus bisnis Anda. Kami memahami pentingnya membuat pilihan berkelanjutan di pasar yang dinamis saat ini, dan pendekatan kami yang transparan dan aman memastikan klaim keberlanjutan Anda sangat baik dan kuat. Dengan memilih Peterson Projects and Solutions, Anda tidak hanya berinvestasi pada layanan LCA tapi Anda juga berinvestasi untuk masa depan perusahaan Anda dan planet ini. Ambil langkah pertama menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan dengan mempelajari lebih lanjut tentang layanan kami. Klik disini! Sertifikasi produk daur ulang juga telah dikembangkan untuk memastikan distributor dan konsumen (baik pengguna menengah maupun akhir) dengan plastik yang mereka gunakan. Artinya jumlah plastik daur ulang yang digunakan, asal plastik, kandungan plastik dalam produk dapat dilacak. Di Peterson Projects & Solutions, kami dapat membantu bisnis Anda dengan persiapan Sertifikasi Produk Tekstil dan Daur Ulang. Keahlian tekstil dan produk daur ulang kami tersedia untuk tingkat hilir dan hulu. Selain itu, konsultasi tekstil kami tidak terbatas pada serat sintetis tetapi juga produk non-sintetis dan kapas, wol, dan bulu halus. Konsultasi kami akan mematuhi Global Organic Textile Standard (GOTS), Global Recycled Standard (GRS), The Organic Content Standard (OCS Standard), The Recycled Claim Standard (RCS), The Content Claim Standard (CCS), Responsible Wool Standards (RWS), Responsible Down Standards (RDS), Higg Index, Better Cotton Initiative (BCI), Waste and Resource Action Programme (WRAP), dan banyak standar tekstil lainnya sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk membaca lebih lanjut tentang layanan kami dalam pendampingan sertifikasi produk daur ulang!

  • FoSI 2023: Eksplorasi Kebijakan untuk Meningkatkan Daya Saing Kelapa Sawit

    Forum Sawit Indonesia (FoSI) 2023, yang diselenggarakan oleh Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS) Instiper Yogyakarta, kembali menjadi pusat perhatian industri kelapa sawit. Dengan tema "Membangun Daya Saing Perkebunan Kelapa Sawit melalui Ekosistem Bisnis Sinergis," forum ini menjadi panggung bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan peluang di industri tersebut. Latar Belakang Forum: Direktur PSKS Instiper Yogyakarta, Dr. Purwadi, menjelaskan bahwa FoSI 2023 merupakan kelanjutan dari FoSI 2022. Sebagai forum tahunan, FoSI bertujuan untuk membahas kebijakan perkelapasawitan Indonesia. Sebelumnya, FoSI 2022 telah menekankan integrasi dari hulu ke hilir dan kebijakan yang sinergis sebagai langkah menuju 2045. FoSI 2023 lebih mendalam, fokus pada membangun daya saing perkebunan kelapa sawit melalui ekosistem bisnis yang sinergis. Rangkuman Kegiatan FoSI 2023: FoSI 2023 mencakup serangkaian acara selama dua hari, mulai dari Forum Direktur Perkebunan Kelapa Sawit (FDPKSI-2023) pada 22 November 2023 hingga Forum Kajian Kebijakan Ekosistem Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit (FK2EBPKS-2023) pada 23-24 November 2023. Agenda utama FoSI 2023 terbagi dalam beberapa sesi diskusi dan pemikiran bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tantangan dan Fokus Utama: Dr. Purwadi menyoroti beberapa tantangan di industri kelapa sawit, termasuk legalitas dan kepastian lahan, kemitraan ekonomi dan sosial, serta isu-isu perdagangan dan regulasi Uni Eropa terkait deforestasi. FoSI 2023 berkomitmen untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan tersebut dan mendorong para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghasilkan kebijakan yang mendukung industri kelapa sawit yang berdaya saing. Dukungan dan Respon Positif: FoSI 2023 mendapat sambutan positif dari Dr. Harsawardana, Rektor Instiper, yang menilai bahwa forum ini menghasilkan pemikiran-pemikiran yang penting untuk merumuskan kebijakan-kebijakan mendukung perkelapasawitan Indonesia. Dukungan ini mencerminkan pentingnya FoSI sebagai platform untuk membahas isu-isu krusial di industri kelapa sawit. Agenda dan Diskusi Tematik: Agenda FoSI 2023 mencakup forum kajian kebijakan ekosistem bisnis perkebunan kelapa sawit, dengan sesi-sesi diskusi yang melibatkan pembicara dari berbagai lapisan, termasuk Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, dan Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Sesi diskusi membahas implementasi kebijakan, isu-isu perdagangan, dan tantangan-tantangan di tingkat perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Kemitraan dan Sinergi Ekosistem Bisnis: Tantangan produksi dan produktivitas di tingkat perkebunan menjadi fokus utama FoSI 2023, dengan penekanan pada kolaborasi antara industri sarana produksi, perkebunan (besar dan rakyat), pabrik kelapa sawit, masyarakat sekitar, dan pemerintah. Kolaborasi dalam format kemitraan dan bentuk kerjasama lainnya menjadi kunci untuk membangun sistem yang sinergis dan meningkatkan daya saing. Workshop Kajian Kebijakan Ekosistem Bisnis: FoSI 2023 tidak hanya sebatas forum diskusi. Workshop kajian kebijakan ekosistem bisnis perkebunan kelapa sawit pada Kamis, 23 November 2023, menjadi kesempatan untuk mendiskusikan implementasi kebijakan saat ini dan merumuskan usulan kebijakan baru. Berbagai pembicara dari pemerintah dan industri memberikan kontribusi untuk mempercepat dan meningkatkan hasil kebijakan. Harapan dan Misi FoSI 2023: Melalui FoSI 2023, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat terus bergerak menuju keberlanjutan dan daya saing yang tinggi dalam pasar global. Forum ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan solusi-solusi inovatif dan membangun kolaborasi yang kuat di antara semua pemangku kepentingan industri kelapa sawit. Dengan demikian, Sawit Indonesia 2045 bukan hanya sekadar visi, tetapi sebuah realitas yang berkelanjutan. Kesimpulan: Forum Sawit Indonesia 2023 bukan hanya acara tahunan biasa. Ia mencerminkan komitmen industri kelapa sawit Indonesia untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkolaborasi. FoSI 2023 menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi atas tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit, sambil menjaga keberlanjutan dan daya saing di pasar global yang semakin kompleks.

  • RSPO RT2023: Menciptakan Mitra untuk Masa Depan Berkelanjutan Minyak Kelapa Sawit

    RSPO RT2023 Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memasuki tahap baru dalam perjalanan keberlanjutan minyak kelapa sawit di Konferensi Meja Bundar Tahunan (RT2023). Tema "Mitra untuk 20 Tahun Mendatang" menjadi panggung bagi RSPO untuk merayakan pencapaian, merencanakan langkah-langkah berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi industri. Artikel ini akan mengeksplorasi sorotan utama dari RT2023 dan bagaimana RSPO terus memainkan peran kunci dalam menjadikan minyak kelapa sawit berkelanjutan. Peningkatan Wilayah Bersertifikasi RSPO di Indonesia Salah satu berita terkini yang disampaikan CEO RSPO, Joseph D'Cruz, adalah pertumbuhan wilayah yang disertifikasi RSPO di Indonesia antara Januari dan September 2023 tumbuh hingga enam persen. Data ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk mengadopsi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Peningkatan anggota RSPO di Indonesia sebesar 19 persen juga menunjukkan dukungan luas dari berbagai sektor, termasuk NGO lingkungan, produsen barang konsumsi, dan petani kecil. Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan CEO RSPO, Joseph D'Cruz, juga membagikan pencapaian signifikan dalam produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Produksi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) mencapai 15,4 juta ton pada tahun 2022, menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,9 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak hanya memiliki dampak ekonomi tetapi juga menegaskan peran sentral sektor sawit dalam ekonomi Indonesia. Sistem Ketelusuran dan Mendigitalisasi Industri RSPO merespons Undang-undang Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR) dengan meluncurkan Certification, Trade, and Traceability System (CTTS) pada Oktober 2023. Sistem ini, dikembangkan melalui konsorsium tripartit yang melibatkan ahli teknologi pertanian global, memberikan contoh bagaimana RSPO memajukan dan mendigitalisasi sistem ketelusuran. Upaya ini adalah langkah proaktif dalam menghadapi peraturan global yang semakin ketat, dimulai dengan EUDR. Peran RSPO dalam Inklusi Petani Kecil RSPO Smallholder Support Fund (RSSF) terus mendukung petani kecil. Sejak tahun 2013, RSSF telah menyediakan dana sebesar US$4,2 juta untuk mendukung lebih dari 44.000 petani di 12 negara. RT2023 menempatkan fokus khusus pada petani kecil, mengeksplorasi peluang dan jalan untuk memfasilitasi inklusi lebih besar dalam rantai pasok ramah lingkungan. Revisi Standar RSPO Proses revisi teknis Prinsip dan Kriteria RSPO 2018 serta Standar Petani Swadaya RSPO 2019 sedang berlangsung. Tinjauan ini merupakan langkah penting untuk menghasilkan serangkaian standar terbaru pada tahun 2024. Keberlanjutan dan ketangguhan standar RSPO akan semakin ditingkatkan untuk menghadapi perubahan ekspektasi peraturan dan pasar. RSPO Excellence Awards Konferensi juga menampilkan RSPO Excellence Awards, menghargai 15 anggota RSPO atas kontribusi luar biasa mereka terhadap minyak kelapa sawit berkelanjutan. Ini mencakup inovasi, kepemimpinan konservasi, dampak terhadap petani kecil, komunikasi untuk kebaikan, dan tanggung jawab bersama. Kesimpulan: Memandang ke Masa Depan RT2023 tidak hanya menjadi panggung perayaan pencapaian RSPO selama dua dekade terakhir, tetapi juga memandang ke masa depan yang berkelanjutan. RSPO terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mengubah industri minyak kelapa sawit menuju keberlanjutan, mendorong inovasi, dan memperkuat kemitraan. Dengan semangat "Mitra untuk 20 Tahun Mendatang," RSPO dan para pelaku industri berharap untuk dapat menciptakan masa depan di mana minyak kelapa sawit berkelanjutan menjadi standar, memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

bottom of page