Deadline 2025: ASC Feed Jadi Kunci Keberlanjutan Akuakultur
- Peterson Solutions Indonesia
- 20 Feb
- 2 menit membaca

Akuakultur Berkelanjutan: ASC Feed
Akuakultur terus berkembang sebagai salah satu sumber protein yang paling pesat di dunia. Namun, di balik potensi besar ini, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait pakan ikan. Standar ASC Feed hadir sebagai solusi untuk mendefinisikan ulang pakan yang bertanggung jawab demi praktik akuakultur yang berkelanjutan secara lingkungan dan sosial. Artikel ini akan membahas hal-hal penting terkait Standar ASC Feed dan urgensi implementasinya.
Mengapa Pakan yang Bertanggung Jawab Menjadi Prioritas?
Lebih dari 70% hasil laut budidaya membutuhkan pakan, menjadikannya elemen kunci dalam akuakultur. Namun, siklus hidup pakan bisa menyumbang hingga 90% dampak lingkungan dari produksi akuakultur yang diberi pakan, terutama melalui:
Deforestasi dan konversi lahan untuk bahan baku pakan.
Praktik perikanan dan pertanian yang tidak berkelanjutan.
Pengelolaan rantai pasok bahan pakan yang kompleks dan panjang.
Dengan lebih dari 58 juta orang bekerja di sektor perikanan dan akuakultur secara global pada 2020 (laporan FAO SOFIA 2022), penting untuk memastikan rantai pasok pakan mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Deadline 2025: Mengapa Anda Harus Bertindak Sekarang
Salah satu tenggat penting dalam Standar ASC Feed adalah bahwa semua peternakan bersertifikat ASC harus beralih ke pakan yang memenuhi standar ASC dari pabrik pakan bersertifikat selambat-lambatnya 31 Oktober 2025. Hal ini berarti:
Produsen pakan harus segera memulai proses sertifikasi.
Pemilik peternakan harus mulai mencari mitra pakan yang sudah tersertifikasi untuk mempertahankan sertifikasi ASC mereka.
Inovasi Pakan untuk Keberlanjutan
Standar ASC Feed mendorong penggunaan bahan pakan yang tidak hanya bertanggung jawab tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi dan kesejahteraan ikan. Misalnya:
Bahan Berbasis Tumbuhan: Harus bebas risiko deforestasi dan konversi ekosistem.
Bahan Berbasis Laut: Harus berasal dari perikanan yang dikelola secara berkelanjutan, dengan peningkatan tingkat keberlanjutan bertahap (seperti dari MarinTrust ke MSC).
Kepatuhan Sosial dan Hak Asasi Manusia: Rantai pasok pakan harus bebas dari kerja paksa, pekerja anak, dan pelanggaran hak pekerja lainnya.
Perubahan untuk Masa Depan
Dengan visi "Feed for the Future", Standar ASC Feed menekankan transparansi dan kolaborasi dalam rantai pasok pakan. Misalnya:
Penilaian risiko dilakukan pada setiap bahan utama yang melebihi 1% inklusi dalam pakan.
Pabrik pakan bersertifikat harus melaporkan penggunaan energi dan emisi gas rumah kaca mereka, serta menetapkan target efisiensi energi.
Manfaat dan Tantangan bagi Pemangku Kepentingan
Implementasi Standar ASC Feed memberikan keuntungan besar, termasuk:
Untuk Produsen Pakan: Meningkatkan kredibilitas dan akses pasar global.
Untuk Peternak: Memastikan pakan yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
Untuk Konsumen: Memberikan jaminan bahwa produk akuakultur yang mereka konsumsi berasal dari praktik yang bertanggung jawab.
Namun, tantangan tetap ada, terutama bagi pabrik pakan kecil untuk memenuhi persyaratan sertifikasi yang ketat. Pendekatan kolaboratif dan dukungan dari semua pemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.
Kesimpulan: Membentuk Akuakultur yang Lebih Baik
Standar ASC Feed adalah langkah revolusioner untuk memastikan akuakultur yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan dunia tetapi juga melindungi lingkungan dan hak asasi manusia. Dengan tenggat waktu 2025 yang semakin dekat, saatnya bagi semua pemangku kepentingan untuk bertindak sekarang dan mendukung masa depan akuakultur yang berkelanjutan.
Comentarios